Just another WordPress.com site

Barong

Untuk melanjutkan tema tulisan sebelumnya yang masih ada hubungannya dengan pemahaman Tuhan Nirguna Brahman dan Saguna Brahman maka Barong menjadi pilihan saya. Kenapa Barong dan bukan yang lain? Karena pada perwujudan Sesuunan Barong ini saya melihat ada ajaran yang tersembunyi didalamnya.

Saya selalu menjadikan Nirguna Brahman menjadi dasar pijakan pemahaman saya tentang Saguna Brahman. Banyak orang tidak paham kalau didalam setiap mahluk ada energi kehidupan yang membuatnya hidup yang berasal dari sumber kehidupan yang sama yaitu Brahman.

Energi kehidupan pada tumbuhan disebut Stavira, Energi kehidupan pada binatang disebut Janggama dan Energi kehidupan pada manusia disebut Atman. Jadi semua ciptaan Tuhan adalah perwujudan Tuhan tapi perwujudan tersebut bukanlah Tuhan.

Karena kurangnya pemahaman maka sulit bagi manusia untuk bisa atau mau menghormati manusia lainnya apalagi menghormati binatang yang dianggap lebih rendah drajatnya. Untuk itu perlu dibuatkan sarana pembelajaran bagaimana menghormati ciptaan Tuhan. Perwujudan sesuunan barong yang merupakan sarana persembahyangan dibuat berbentuk manusia (barong landung), berbentuk binatang (barong ket,barong macan,barong bangkal) dan bentuk-bentuk mahluk lainnya.

Kalau diperhatikan pada awalnya dimasa lampau umat Hindu beragama dengan cara yang sangat simpel sekali seperti melakukan sembahyang didepan pohon besar maupun batu besar atau cukup dengan bebaturan.

Dengan berkembangnya kemampuan manusia khususnya umat Hindu Bali,cara-cara persembahyanganpun juga ikut berkembang. Dengan keterampilan seni yang tinggi orang Bali kemudian mengubah pohon besar dan batu besar menjadi benda-benda seni seperti pratima maupun patung yang dijadikan sarana persembahyangan

Comments on: "Barong" (3)

  1. Angling Dharma said:

    Perubahan ” mindset ” seseorang memerlukan waktu dan pembelajaran , selamat n trus berkarya tiang tunggu tulisan selanjutnya ….

  2. Putu Polos said:

    Om Swastyastu.

    Menurut tiang, pemahaman mengenai agama sebaiknya diajarkan dari sejak dini.
    Hal ini karena pikiran dan pemahaman anak2 masih polos dan cenderung lebih cepat
    Menangkap sesuatu yang baru. Saya harap orang tua dapat menghindari jawaban “nak mule keto”
    Karena jawaban tersebut tidak memberikan jalan keluar, dan sebaiknya berusahalah memberikan jawaban
    Yg logis sehingga tidak menimbulkan kerancuan d kemudian hari.

    Teruslah berkarya pak tut…semoga tulisannya bermanfaat.
    Tiang tunggu tulisan berikutnya.

    Suksma

    Om Santhi Shanti Shanti Om.

  3. nyoman sampun said:

    Om Suastyastu.
    Sekali lagi selamat dan saluut atas tulisan2nya. Bertambah lagi naskah dan bahan2 bacaan bermanfaat yang dapat mengisi kekurangan2 saya. Semoga banyak manfaatnya bagi kita semua. Om Shanti, shanti, shanti Om.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: